Monday, October 21, 2013

Come on, Don't Go to Bed Angry ...

You marah? Dak ehhh... 

Alangkah bagusnya kalau tidak pandai marah. Kalau sebut tentang marah, pasti terbayang muka yang merah padam, wajah bengis, mata besar tajam, bibir mengetap terketar-ketar... panas oh panasss..!


Marah adalah sifat semula jadi, tidak boleh dibuat-buat serta merta. Selalunya ia akan didahului oleh sesuatu yang boleh menyebabkan seseorang itu marah. Mesti ada punca. 

Keluarlah perasaan yang berlawanan, memberontak dan boleh menghasilkan tindakan luar kawalan - tindakan negatif yang melulu. That is natural, spontaneously we respond aggressively when we are angry. Mengeluarkan kata-kata kesat, dengan suara yang tinggi, menendang, menumbuk, atau menghempas barang adalah antara reaksi-reaksi akibat kemarahan. Hilang pertimbangan. Kalau mata ini boleh telus melihat, tentu nampak asap keluar dari telinga! Terlempiaslah pulak kepada orang yang kebetulan berada disebelah, menjadi mangsa kemarahan kita. Marah yang berlanjutan pulak menyebabkan permusuhan dan konfrontasi yang berpanjangan.

Marah adalah gerakan dari nafsu diri, sama ada dalam spontan kita melepaskan geram, meleraikan dendam ataupun mempertahankan diri.  Tidak semua orang dapat mengawal kemarahan dengan baik.

Anybody can become angry - that is easy, but to be angry with the right person
and to the right degree and at the right time and for the right purpose, 
and in the right way - that is not easy 
~ Aristotle

Apapun, just don’t turn into a green monster. Api kemarahan itu kesukaan syaitan. Na'udzubillahiminzaalikBak kata hikmah, setiap minit kita marah, kita membuang 60 saat kebahagiaan dari hidup kita. Ingatlah, setiap kelemahan dan kesilapan manusia adalah ujian untuk kita. Nobody is perfect.

Let's always remind ourselves - Didiklah hati supaya sentiasa bersabar dan tenang. Belajarlah tentang 'kepintaran emosi' atau emotional intelligence dan pengurusan hubungan secara empathy. Belajar berkomunikasi dan mendengar secara aktif (Communicate with emotional awareness and listen actively with empathy). Tingkatkan muhasabah diri kita. 

   
Rasulullah S.A.W bersabda :

"Sesungguhnya marah itu dari syaitan. Syaitan itu dijadikan daripada api,
apabila kamu marah, maka hendaklah kamu mengambil wuduk" (Abu Daud)


Kita tinggalkan sifat marah itu. Jom kita makan - Sotong Masak Hitam dengan nasi panas-panas ... wwoohhhooo, sedap....! Tak marah kan?


Sotong - dicuci bersih dan dipotong, jangan dibuang dakwatnya 

Bahan tumis:

Campuran bahan yang dikisar (Bawang merah, bawang besar, bawang putih, halia, lengkuas dan serai)
Cili kering yang dikisar
Sedikit serbuk kunyit
Garam
Perasa

Sedikit air asam jawa
Kicap manis dan masin (Jika suka)
Minyak untuk menumis

Daun limau purut
Buah tomato - dibelah
Hirisan bawang besar


Panaskan minyak dalam kuali. Masukkan bahan-bahan tumis, dan gaul hingga naik bau dan pecah minyak. Masukkan sotong, dan gaul. Dakwatnya akan pecah dan warna kuah setentunya menghitam. Gaulkan air asam jawa. Bubuh sedikit air jika kering. Masukkan kicap jika suka. Saya suka masukkan kicap. Gaul hingga sotong masak. Akhir sekali masukkan bahan hiasan - daun limau purut, buah tomato dan  dan hirisan bawang. Hidang bersama nasi yang panas.

Masakan ini adalah kegemaran my baby Fatima... Selamat mencuba!

~  Sinar